Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan, “Barangsiapa yang mencermati syari’at, pada sumber-sumber maupun ajaran-ajarannya. Dia akan mengetahui betapa erat kaitan antara amalan anggota badan dengan amalan hati. Bahwa amalan anggota badan tak akan bermanfaat tanpanya. Dan juga amalan hati itu lebih wajib daripada amalan anggota badan. Apa yang membedakan orang mukmin dengan orang munafik kalau bukan karena amalan yang tertanam di dalam hati masing-masing di antara mereka berdua? Penghambaan/ibadah hati itu lebih agung daripada ibadah anggota badan, lebih banyak dan berkelanjutan. Karena ibadah hati wajib di sepanjang waktu.” (Ta’thir al Anfas, hal. 14-15)
Sumber: al-Akhul Kariim Fii Nur : https://www.facebook.com/abuhanifah.ibrahim

Tidak ada komentar:
Posting Komentar