Nabi bersabda:
"Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya." (Hadits Hasan/Shahih riwayat Daruquthni)
Ingatlah bahwa islam tidak terbatas hanya kepercayaan atau budaya atau warisan nenek moyang atau ritual shalat, zakat, puasa, dan haji.
Islam adalah jalan hidup yang mengatur segala aspek kehidupan kita. Satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah Rabb semesta Alam.
KEMULIAAN DAN KEJAYAAN KAUM MUSLIMIN DI MASA LALU
Islam adalah agama yang tinggi. Demikianlah telah dibuktikan sejarah hidup generasi awal umat islam, yaitu para shahabat, dan 2 generasi setelahnya.
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Surat Muhammad : 7)
1 abad setelah hijrahnya Rasulullah - shalallaahu ‘alaihi wa sallam -, bergemalah syiar islam di seluruh bangsa yang telah dibebaskan oleh kaum muslimin yang memenuhi daerah sejauh puluhan ribu kilometer meliputi seluruh jazirah arab, irak, syams, seluruh afrika bagian utara, asia kecil, asia tengah, pulau-pulau di laut tengah, Andalusia (Spanyol), Ethiopia, dll.
Nabi -shalallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
"Aku diberi lima hal yang belum pernah diberikan kepada seorang pun sebelumku, yaitu aku ditolong dengan rasa ketakutan (musuhku) sejauh perjalanan sebulan, ……..(Muttafaqun ‘alaih ).
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (Surat An-Nuur : 55 )
RENUNGAN HARI INI
Rasulullah -shalallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
"Jika engkau sekalian berjual-beli dengan 'inah , selalu membuntuti ekor-ekor sapi, hanya puas menunggui tanaman, dan meninggalkan jihad maka Allah akan meliputi dirimu dengan suatu kehinaan yang tidak akan dicabut sebelum kamu kembali kepada agamamu."
Nabi -shalallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
"Ilmu (tentang agama) akan dicabut, kebodohan dan fitnah-fitnah itu akan tampak, dan banyak kegemparan." (Riwayat Imam Bukhari).
Maka terlihatlah sebab musibah dan kehinaan kaum muslimin, yaitu mereka berpaling dari syariat agamanya. Ilmu dicabut dengan berkurangnya para ‘ulama dan diabaikannya ilmu agama (sehingga sedikit sekali yang dapat menggantikan ulama-ulama yang wafat sebelumnya).
Adapun mulai samarlah pandangan kaum muslimin tentang siapakah ulama itu. Mereka mulai mengangkat ulama dari orang-orang yang tidak berilmu dari kalangan orang yang hanya terlihat khusyu’ shalatnya atau seorang Kyai, Haji, Ustadz, guru agama, atau orang hafal qur’an atau orang yang baik bacaan qur’annya. Mereka terlalu mudah menggelari seseorang dengan sebutan ulama.
Tidak demikian bahkan para ulama terdahulu - Radhiyallahu ‘anhum - yang benar-benar berilmu tinggi, mereka biasa hafal Al-Qur’an dengan baik, hafal puluhan ribu hadits, mereka berani berjuang membela agama Allah dengan belajar dan berdakwah sekalipun harus ditebus dengan siksaan, penjara ataupun kematian, mereka berjuang menuntut ilmu dengan menempuh perjalanan dengan jalan kaki atau naik unta ribuan kilometer meninggalkan negerinya selama berbulan-bulan. Mereka adalah orang yang paling takut kepada Allah, tidak seenaknya saja memberi fatwa. Mereka adalah orang-orang yang zuhud , dan berda di atas bashirah (pemahaman yang lurus). Sekarang lihat adakah kalian menemukan banyak ulama pada saat ini.
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
'Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (agama) dengan serta-merta dari hamba-hamba Nya. Tetapi, Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan (mematikan) ulama, sehingga Allah tidak menyisakan orang ‘alim. Maka, manusia mengambil orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Lalu, mereka ditanya, dan mereka memberi fatwa tanpa ilmu. (Dan dalam satu riwayat: maka mereka memberi fatwa dengan pikirannya sendiri). Maka, mereka sesat dan menyesatkan." (Riwayat Imam Bukhari)
Maka benarlah Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, inilah kenyataan pada hari ini, walaupun kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Lihatlah kenyataan kebanyakan kaum muslimin saat ini.
Mereka lebih suka dan sering menonton hiburan TV daripada belajar ‘ilmu syar’i.
Mereka lebih suka pergi ke acara hiburan daripada pergi ke masjid untuk shalat berjama’ah.
Mereka lebih mendalam dalam ilmu dunia, sedang mereka dalam ilmu syar’i adalah dangkal.
Mereka lebih suka dan sering dengan lagu dan musik sedang dengan dzikir dan al-Qur’an mereka lalai.
Tidakkah mereka takut akan firman Allah Ta’alaa:
“Barangsiapa berpaling darinya (Al Qur'an), Maka Sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat, mereka kekal di dalam keadaan itu. dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat. (Surat Thaahaa:100)
“Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku , Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta". Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam Keadaan buta, Padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan". (Surat Thaha: 124-126)
Demikianlah sebagian besar kaum muslimin saat ini telah lupa dan lalai dari sunnah menuju hal-hal yang diada-ada dalam syariat ini.
Dari mempelajari ilmu agama ke berlebihan mendalami ilmu dunia.
Dan dari adab dan akhlak islam yang mulia ke adab dan akhlak orang-orang kafir (budaya barat).
Maka demikianlah Allah memalingkan mereka dari kemuliaan dan kedudukan kepada kehinaan dan kehidupan yang sempit.
Sumber: akh Farmana Abu Hanifah dengan beberapa editan dari admin.https://www.facebook.com/notes/bryan-pandu-permana/sebab-mulia-dan-terpuruknya-umat-islam/261027485405

Tidak ada komentar:
Posting Komentar