Pertanyaan : Afwan ustadz, ana sekarang berada di salah satu rumah sakit, ini ada pertanyaan bagai mana hukum bersuci dengan tissu basah bagi orang sakit mungkin ada yang bisa kasih faedah.
Jawaban oleh al-Ustadz Hudzaifah :
يجوز استعمال المناديل والأوراق ونحوهما في الاستجمار وتجزئ إذا أنقت ونظفت المحل من قبل أو دبر والأفضل أن يكون استعمال ما يستجمر به وترا ويجب ألا ينقص عن ثلاث مسحات ولا يجب استعمال الماء بعده، لكنه سنة.
Dibolehkan menggunakan sapu tangan dan kertas atau semisal keduanya untuk istijmar dan hal tersebut cukup apabila bisa membersihkan dan meyucikan tempat yang terkena najis di dubur atau qubul, yang afdhol ia beristijmar (dengan batu) berjumlah ganjil, dan wajib tidak kurang dari tiga usapan dan tidak diharuskan menggunkan air lagi setelahnya, hanya dianjurkan saja.
(Lajnah Daimah – Ibnu Baz)
وأن يستجمر بالأحجار ، أو بالمناديل ، ونحوها مما يباح الاستجمار به ، حتى ينقى محل الخارج بثلاث مسحات فأكثر .
“Dan hendaknya ia istijmar dengan bebatuan, atau sapu-tangan dan semisalnya dari benda yang mubah untuk istijmar, hingga membersihkan tempat keluarnya najis, dengan tiga usapan atau lebih.”
(Majmu Fatawa wa Rosail – Ibnu Utsaimin)
والاستجمار يحصل بالحجارة أو ما يقوم مقامها من كل طاهر مُنْقِ مباح، كمناديل الورق والخشب ونحو ذلك؛ لأن النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - كان يستجمر بالحجارة فيلحق بها ما يماثلها في الإنقاء.
Istijmar itu bisa terwujud dengan batu atau yang menggantikannya dari segala yang dapat membersihkan dan mubah, seperti tissue, batang kayu dan semisalnya, sebab Nabi shollallohu’alaihi wa sallam beristijmar dengan batu, maka diikutkan dengan batu dari segala yang semisal dengannya dalam membersihkan.
(al Fiqhul Muyassar)
WA Ath-Thaifah Al-Manshuroh
https://www.facebook.com/WebDanBlogAhlussunnah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar