Ketika hujan turun, pada akhirnya air murni lah yang akan memberi manfaat pada manusia, sedangkan buih/busa ia akan pergi dan lenyap.
Sebagaimana berpisahnya air dari buihnya, Allah pisahkan yang haq dari yang bathil dengan kejadian-kejadian, fitnah (musibah), ujian, dan penghalang-penghalang.
Sebagaimana dalam firman Allah ta'ala,
أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهُ ۚ كَذَٰلِكَيَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ۚ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ
Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka air itu membawa buih yang mengambang. Dan ada pula yang serupa dengannya dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat hiasan atau harta benda. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, ia akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (QS. Surat ar-Ra'd: 17)
Demikianlah Allah memberikan pengajaran-pengajaran yang agung dalam setiap kejadian yg Ia telah taqdirkan. Lalu tidak kah kita mengambil pelajaran?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar