Para shahabat Nabi dulu membangun amal shalih tidak asal dengan memperbanyak jumlah melainkan dengan memperbagus amalan terlebih amalan hati yg menyertai. Nabi bersabda tentang betapa tinggi nilainya amalan mereka,
فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ
"Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari para shahabatku dan tidak pula setengahnya." (HR. Bukhari dan Muslim) [1]
Sekali lagi, hal ini karena bagusnya mereka membangun amalan meski kelihatannya kecil tapi di sisi Allah sangat lah besar. Ini lah yg disebut dg "ahsanu 'amala" (sebagus-bagus amalan). Untuk mencapainya maka membangun amalan perlu diperhatikan pondasinya, berupa:
1) Iman yg kokoh yaitu melalui pengenalan yg baik dan rinci terhadap yg hal yg diimani. Di sinilah pembahasan aqidah berperan.
2) Hati yg selamat yaitu dari penyakit-penyakit, fitnah-fitnah, syubhat, dan syahwat. Inilah sebenarnya inti dari manhaj (jalan hidup).
3) Ilmu-ilmu dasar meliputi ibadah, adab, halal-harom yg dibahas dalam kitab-kitab fiqih dan hadits.
Demikian, mudah-mudahan Allah menganugrahkan pada kita ilmu yang bermanfaat dan amalan yang shalih. [2]
Surakarta,
Awal Sya'ban 1435 H.
________________
Referensi:
[1] HR. Imam Bukhari no. 3397 dan Imam Muslim 4610, 4611 http://almanhaj.or.id/content/
[2] Faedah kajian "Baiknya Hati 05" pembahasan kitab "Ishlahul Qulub" karya Syaikh AbdulHadi bin Hasan Wahbi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar