Ketika ada 2 orang di puncak gunung yang dingin dan gelap. Kemudian salah satunya menyalakan api. Lalu berhembuslah angin, apinya padam, dan kemudian sudah... Sedangkan orang yang kedua menyalakan api, ketika padam ia nyalakan lagi. Lalu ia jaga api tersebut, kemudian ditambahkannya dengan bahan bakar dan ia terus menerus seperti itu. Maka kesudahannya apakah sama antara orang yang pertama dg yg kedua??
Tentunya tidak sama, dari sinilah alangkah bagusnya perkataan,
.
مَنْ كَانَتْ بِدَيَتُهُ مُحْرِقَةً... فَإِنَّ نِهَايَاتَهُ مُشْرِقَةٌ
"Barangsiapa yang awalnya terus menyalakan,
maka sungguh akhir kesudahannya terang benderang."
Dikisahkan tentang seorang Ulama yaitu Bakr bin Muhammad bin Ali al-Fadhl bin Abil Fadhl al-Anshary rahimahullah:
Beliau pada saat mengajar selalu dapat langsung menyebutkan seluruh materi pelajaran dari tempat rujukan atau kitab manapun tanpa membuka kembali kitab atau murojo'ah sebelumnya. Kemudian diceritakan bahwa dulu ia ketika menuntut ilmu, ia selalu mengulangi semua permasalahaan sebanyakan empat ratus kali. Lalu disebutkan lah perkataan di atas.
(al-Bidayah wa Nihayah 12/512 oleh al-Hafizh Ibnu Katsir)

subhaanallaah
BalasHapus